Artikel
- Mimitianisme (4)
- Opini (2)
- Sejarah (12)
-

Menilik Sejarah Hubungan Cinta dan Benci Bali Terhadap Jawa
Jawa dan Bali kerap disebut dua saudara, namun persaudaraan itu tidak pernah berjalan sederhana. Ada masa ketika keduanya bertaut lewat darah dan perkawinan politik, ada masa ketika Bali ditundukkan oleh ambisi ekspansi Majapahit, dan ada trauma eksodus yang melembagakan naluri bertahan hidup hingga Bali menolak disatukan secara fisik lewat jembatan. Inilah riwayat cinta dan benci
-

Memahami Akar Konflik Papua: Mengapa Sebagian Orang Papua Indonesia Menuntut Merdeka dan Kenapa NKRI Harus Mempertahankannya?
Konflik Papua sering diceritakan hanya dari satu sisi — entah sisi mereka yang menuntut merdeka, entah sisi negara yang menahannya. Tulisan ini mencoba menaruh keduanya sejajar: menelusuri mengapa sebagian orang Papua ingin lepas dari Indonesia, sekaligus mengapa Pusat — dengan segala pertimbangan politik yang berpusat di Pulau Jawa — merasa wajib mempertahankan tanah itu. Istilah
-

Mengapa Aceh Pernah Ingin Merdeka? Dari Kerajaan Samudra Pasai hingga Pengibaran Bendera Aceh 2026
Selama hampir tiga dekade, Aceh dan Jakarta berperang. Ratusan ribu nyawa hilang, satu generasi tumbuh dalam trauma. Tetapi keinginan Aceh untuk memisahkan diri tidak lahir tiba-tiba pada 1976 — akarnya jauh lebih tua, menembus zaman kerajaan. Tulisan ini menelusuri mengapa Aceh ingin merdeka, bagaimana perang itu akhirnya berhenti bukan lewat kemenangan senjata melainkan lewat meja
-

Satu Tanah, Dua Bangsa: Menelusuri Akar Konflik Israel–Palestina
Konflik Israel–Palestina termasuk yang paling panjang dan paling rumit dalam sejarah modern. Untuk memahaminya, akarnya perlu ditelusuri dari dua sudut pandang sekaligus: bangsa Yahudi yang mencari tempat berlindung dari penganiayaan, dan bangsa Palestina yang sudah lebih dulu menghuni tanah itu. Keduanya bertemu di satu titik yang sama: serangkaian janji yang dibuat Inggris pada Perang Dunia
-

Cetakan Lama: Sejarah Pertanahan di Pulau Jawa dan Akar Masalah Agraria
Belanda pergi, dan undang-undangnya dicabut. Tetapi satu cara memperlakukan tanah — bahwa tanah pada dasarnya milik negara, dan negara berhak menyerahkannya kepada siapa pun yang bisa membuatnya “produktif” — ternyata bertahan. Kita telusuri dari kopi paksa di Priangan tahun 1720 sampai tambang batu di Wadas tahun 2022. Bayangkan sebuah pertanyaan sederhana. Kamu, kakekmu, dan buyutmu
-

Pangan sebagai Kuasa: Dominasi Global dan Kerentanan Indonesia
Segelintir negara dan segelintir perusahaan menguasai pangan dunia beserta aturan mainnya — dan negara pengimpor seperti Indonesia yang menanggung risikonya. Sebuah tinjauan dari hari ini, setelah krisis 2022 membuktikannya. Pada akhir Februari 2022, Rusia menyerbu Ukraina. Dalam hitungan pekan, harga gandum dunia melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah — indeks harga pangan FAO mencatat angka
-

Crazy Rich Asians: Ras, Kelas, dan Hierarki yang Kita Kira Alami
Ia dirayakan sebagai kemenangan representasi Asia di Hollywood. Tetapi film 2018 itu membalik satu tangga ras sekaligus mengulang tangga yang lain — dan mengingatkan bahwa hierarki yang tampak alami sebenarnya dibuat oleh sejarah, kekayaan, dan kebiasaan. Sebuah tinjauan dari hari ini. Ketika Crazy Rich Asians tayang pada 2018, ia langsung diperlakukan sebagai peristiwa, bukan sekadar
-

Italia dan Krisis Euro: Ketika Satu Mata Uang Mengikat Nasib Bersama
Italia dan Krisis Euro: Ketika Satu Mata Uang Mengikat Nasib Bersama Pada 2011, utang Italia begitu besar sampai menggetarkan seluruh zona euro. Menengok kembali krisis itu dari hari ini: bagaimana satu mata uang bersama mengubah masalah satu negara menjadi masalah semua, dan apa yang tersisa sesudahnya. Hari ini euro terasa seperti sesuatu yang selalu ada.
-

Pasar yang Bertuhan: Memahami Politik Ekonomi Islam dari Prinsip hingga Perkembangannya di Indonesia
Pasar yang Bertuhan Politik ekonomi Islam berangkat dari satu keyakinan sederhana: ekonomi tidak pernah berdiri sendiri, dan tidak pernah bebas nilai. Menelusuri prinsipnya — dan jejaknya di Indonesia, dari Sarekat Dagang Islam sampai Bank Syariah Indonesia. Politik dan ekonomi jarang benar-benar terpisah. Keputusan politik menentukan siapa yang boleh memiliki apa, siapa yang dilindungi pasar, dan
-

Dari Payung ke Penjara: Runtuhnya Demokrasi Hong Kong
Pada pertengahan 2019, hampir dua juta orang memenuhi jalan-jalan Hong Kong untuk menuntut demokrasi. Kini, tujuh tahun berselang, jalanan itu sepi, koran oposisi terbesar sudah lama tutup, dan para tokoh yang dulu memimpin protes mendekam di penjara — satu di antaranya baru saja divonis dua puluh tahun pada awal tahun ini. Bagaimana kota yang dulu
